Penyebab Anak Kurang Darah

Posted by Kucheng Ling on Friday, October 25, 2013

Penyebab Anak Kurang Darah, Gejala anemia atau kekurangan darah bisa dialami oleh siapa saja , orang dewasa dan anak-anak . Anemia memiliki dampak negatif , karena dapat mengurangi kinerja . Bahkan pada anak-anak , anemia dapat mengganggu proses pertumbuhan .



Anemia biasanya keadaan di mana tubuh tidak cukup zat besi , sehingga berpengaruh terhadap hemoglobin ( Hb ) mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh . Jadi , orang yang memiliki anemia biasanya lebih lelah , lesu , dan tidak suka .

Profesor , Dr Billy Djajadiman , SpA , anemia defisiensi besi Task Force Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ) mengatakan , anemia dapat disebabkan oleh banyak hal . " Bahkan , ada beberapa situasi , seperti penyakit lain yang menyebabkan tubuh untuk anemia , " katanya dalam seminar pers pekan lalu di Jakarta .

Keadaan ini dijelaskan , antara lain , perdarahan dari luka , yang menyebabkan hilangnya sel darah merah , sehingga tidak ada anemia . Djajadiman menjelaskan tidak hanya perdarahan , luka yang serupa, tetapi juga luka , seperti pendarahan di usus dan organ lainnya .

" Kerusakan pada usus sering tidak dilaksanakan , tetapi juga berperan dalam terjadinya anemia . Task kerusakan usus kadang-kadang menyebabkan warna merah pada tinja , tetapi sel-sel darah yang sebenarnya tidak memiliki , " katanya , Konsultan , Departemen Hematologi Onkologi Hematologi Onkologi , Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran dari RSCM .

Selain itu, anemia pada anak-anak karena kurangnya konsumsi sel darah merah yang membentuk bahan seperti besi , asam folat dan vitamin B12 . Oleh karena itu Djajadiman menyarankan agar anak-anak selalu mendapatkan power supply yang baik untuk memenuhi kebutuhan zat besi . " Jika perlu , Anda dapat menambahkan suplemen zat besi , " katanya .

Anemia dapat disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah merah . Produksi sel darah merah atau kurang , kata Djajadiman , biasanya disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang memerlukan studi lebih lanjut .

Djajadiman mengatakan , anemia memiliki dampak serius pada anak . Terutama pada anak di bawah dua tahun , ketika pertumbuhan otak mencapai puncaknya , kekurangan zat besi dapat menyebabkan fungsi otak yang optimal dan kesehatan mental.

Pada saat yang sama , meskipun masih buruk , anemia pada anak-anak yang lebih tua dari dua tahun akan ditoleransi . Kuncinya , kata Djajadiman , yaitu sesegera mungkin untuk memperbaiki situasi anemia .

" Jika ' anemia terlalu lama , baik pada anak di atas dua tahun atau orang dewasa , bagaimanapun, akan berdampak buruk bagi kesehatan , " pungkasnya .

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment